Header Ads

ViralPetang.Com : Menyajikan Berita yang AKURAT, TERPERCAYA dan BERIMBANG. Dengan berbagai kategori berita pilihan dan terkini.

Negara Pertama di Asia Tenggara, Thailand dan Malaysia Legalkan Ganja


Viral Petang (16/03/2020) -- Dilansir dari Situs IndoCropCircles.com, Langkah Thailand yang melegalkan ganja untuk keperluan medis dan penelitian, mengikuti sejumlah negara lainnya di dunia; Kolombia, Israel, Denmark, Inggris dan sejumlah negara bagian di Amerika.

Uruguay dan Kanada bahkan telah melangkah lebih jauh, melegalkan ganja untuk rekreasi, untuk kesenangan.

Negara tetangga Thailand, misalnya Malaysia dan Singapura, dalam tahap awal pembahasan terkait legalisasi ganja. Malaysia akan izinkan warganya menanam ganja untuk medis. Namun, jika dilihat secara menyeluruh, ganja adalah isu yang tabu dan ilegal di mayoritas negara di Asia Tenggara.

Di Indonesia saja misalnya, menyelundupkan ganja bisa berujung hukuman mati. Sementara, di Filipina, ribuan orang telah dibunuh sejak 2016, ketika Presiden Rodrigo Duterte menggencarkan program melawan narkoba.

Pemerintah Inggris telah mengesahkan penggunaan ganja untuk medis pada awal tahun 2018. Ganja telah bisa diakses mulai 1 November 2017, dengan resep dokter.

Sementara di Amerika Serikat, ganja untuk keperluan medis telah legal di 30 negara bagian, meskipun detail hukum berbeda antara masing-masing negara bagian.

Ganja di Thailand

Legalisasi ganja di Thailand disahkan oleh parlemen Thailand pada Selasa 25 Desember 2018 lalu.

Namun, yang saat ini menjadi perdebatan di Thailand adalah terkait siapa yang akan mengontrol pasar tanaman ganja dan olahannya. Pasalnya, belakangan banyak perusahaan asing mengajukan izin paten beberapa zat dari ganja.

Kondisi ini membuat pebisnis dan aktivis ganja Thailand khawatir bahwa paten akan membuat asing mendominasi pasar ganja Thailand, membuat orang lokal kesulitan mengakses ganja di negaranya sendiri.

Panthep Puapongpan, Kepala Rangsit Institute, sebuah badan kesehatan di Thailand mengatakan, “Kami meminta pemerintah untuk menolak seluruh proses paten asing tersebut, sebelum aturan legalisasi ini mulai benar-benar diterapkan.”


Aktivis ganja Thailand saat menyuarakan legalisasi ganja.
Aktivis ganja Thailand saat menyuarakan legalisasi ganja.


Orang Thailand telah berabad-abad menggunakan ganja sebagai obat-obatan tradisional, sebelum kemudian melarang penggunaannya pada 1934. Petani disebut menggunakan ganja untuk melemaskan otot setelah seharian mencangkul di sawah. Ganja juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit saat ibu melahirkan.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ganja berpotensi untuk menghilangkan rasa sakit, serta mengurangi pusing serta muntah-muntah bagi mereka yang menjalani kemoterapi.

Ganja juga diyakini bisa meningkatkan kualitas tidur bagi mereka yang punya masalah tidur. Selain itu, riset termutakhir mengungkapkan zat cannabidiol pada ganja, bisa mengurangi kejang pada penderita epilepsi.

Ganja di Malaysia

Pemerintah Malaysia tengah melakukan pembicarakan untuk melegalkan ganja menjadi obat. Jika aturan ini dilegalkan maka Malaysia akan menjadi negara Asia pertama yang meluluskan aturan tersebut. Malaysia akan izinkan warganya menanam ganja untuk medis.

Kabinet telah melakukan pembahasan singkat mengenai nilai medis ganja dalam pertemuan pekan lalu. Pemerintah juga telah mulai melakukan pembicaraan awal dan informal mengenai perlunya melakukan amandemen terhadap undang-undang yang relevan. Hal ini diungkap Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Xavier Jayakumar dalam sebuah wawancara, Selasa (25/9/2018) di Putrajaya.

Saat ini, fokus pembicaraan masih seputar pembatalan hukuman mati kepada seorang pria akibat memiliki, mengolah, dan mendistribusikan minyak ganja sebagai obat. Hukuman ini telah dijatuhkan bulan lalu. Dijatuhkannya hukuman ini telah menimbulkan kemarahan publik.


Polisi Diraja Malaysia ditengah tanaman ganja yang penanamannya akan dillegalkan untuk warganya untuk penggunaan medis.
Polisi Diraja Malaysia ditengah tanaman ganja yang penanamannya akan dillegalkan untuk warganya untuk penggunaan medis.


Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad (93) menyebut bahwa putusan dan hukum mengenai hal ini mesti ditinjau ulang.

Kabinet di Malaysia telah mencapai konsensus untuk membatalkan hukuman terhadap pria penjual minyak ganja itu. Tapi diperkirakan pemerintah akan kesulitan untuk mengumpulkan dukungan dukungan demi melegalkan ganja menjadi obat.

“Akan jadi perjuangan yang berat,” jelas Xavier. “Akan butuh dorongan dan meyakinkan (banyak pihak) terkait topik ini,” ujarnya di kantornya.

“Menurut saya jika mariyuana memang memiliki nilai medis, maka produk ini bisa menjadi obat yang dikendalikan Menteri Kesehatan dan bisa digunakan hanya dengan resep,” jelasnya seperti disebutkan The Strait Times.

Saat ini Kanada menjadi yang pertama untuk mengembangkan ganja sebagai obat. Ganja mulai dilegalkan di Kanada pada Oktober 2018. Kebijakan ini telah menciptakan industri dengan nilai US$60 miliar (Rp894,8 triliun). Amerika Serikat dan Jerman mulai mengikuti langkah Kanada terkait hal ini.

Di Asia Tenggara, perdagangan obat terlarang seringkali berbuah hukuman mati. Namun, seringkali tidak dibedakan antara penggunaan ganja dan narkotika lain seperti kokain.

Upaya untuk menjadikan ganja sebagai industri obat tidak dilakukan Malaysia seorang diri. thailand pun tengah membujuk pemerintahan militer di negara itu untuk menyetujui penelitian yang membuktikan bahwa ganja bisa digunakan untuk obat dan dipasarkan.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Malaysia menurut Xavier masih skeptis mengenai nilai medis dari ganja. Sebab, saat inu hasil penelitian mengenai hal itu masih minim.

Jadi, mengapa ganja yang pernah dipakai untuk pengobatan selama ribuan tahun menjadi illegal? Anda dapat mengakses tautan pada artikel-artikel dibawah mengenai sejarah illegalnya ganja. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apakah ganja haram untuk pengobatan? Anda juga bisa lihat video di bawah

 



Tidak ada komentar

Tulis Komentar Anda yang Baik & Sopan

Indospace Adalah Jasa All In One Pertama di Bandar Lampung