Header Ads

ViralPetang.Com : Menyajikan Berita yang AKURAT, TERPERCAYA dan BERIMBANG. Dengan berbagai kategori berita pilihan dan terkini.

Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) Provinsi Lampung melaksanakan rapid test Covid -19

Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) Provinsi Lampung melaksanakan rapid test Covid -19

Viral Petang News,
Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) Provinsi Lampung hari ini, rabu (06/05) melaksanakan rapid test kepada mereka yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular virus Corona (Covid-19) bertempat di Laboraturium RSUD BNH.

Rapid test diprioritaskan kepada tenaga medis, orang-orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) hingga orang dalam pemantauan (ODP). Sebanyak 76 peserta dari tenaga kesehatan mengikuti rapid test tersebut.

Sebelum dilakukan rapid test peserta diberi edukasi edukasi terlebih dahulu oleh dr Putu S.pes.Pat,Klin disertai dengan penandatangan form informed consent dan pernyataan persetujuan dari peserta.

Direktur RSUD BNH, dr Johan Lieus dalam sambutanya mengatakan rapid test dilakukan sebagai upaya antisipasi dini (Early Warning) kepada tenaga kesehatan yang terpapar langsung dengan pasien positif Corona.

Menurutnya rapid test bertujuan untuk mengamankan tenaga medis yang merupakan garda terdepan penanggulangan corona, agar tenaga medis bisa bekerja dengan baik, perasaan nyaman, dan dalam kondisi aman (safety).

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD BNH, dr Sri Aryanti MM.M.Kes mengatakan, Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi COVID-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

Apabila hasil rapid tes tersebut positif, langkah selanjutnya yakni dilakukan pengambilan tes swab, isolasi mandiri, atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria keparahan selama menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR). Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

“Jika hasilnya negatif, pasien diinformasikan untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Bila kondisi memburuk, akan dilakukan pemeriksaan PCR atau memeriksa ulang rapid test sebanyak satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal,” terang Sri Aryanti.

Masih Kata Sri Aryanti, Banyak orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini dilakukan untuk mendeteksi virus, hanya saja lebih cepat dan praktis. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat. Rapid test dan pemeriksaan swab adalah pemeriksaan yang berbeda.

“Pemeriksaan rapid test dilakukan menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Rapid test dilakukan melalui pemeriksaan IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi COVID-19.” Bebernya.

Maka dari itu, sambung Sri Aryanti, orang dengan hasil rapid testnya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab COVID-19) di tubuh.

Dirinya menambahkan, Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar. Sementara itu, pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil.

“Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu,” kata dia.

Begitupun saat hasil rapid testnya positif, bisa saja ternyata false positive atau positif palsu. Sebab, IgG dan IgM akan terbentuk setiap infeksi terjadi dan bukan hanya akibat infeksi COVID-19.

Dirinya mengungkapkan, banyak warga yang belum paham tentang pencegahan penyebaran virus corona COVID-19, padahal dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. “Untuk itu saya imbau bahwa yang efektif itu menjaga kebersihan diri sendiri, mencuci tangan pakai sabun, bersih-bersih rumah, jendela rumah dibuka pada pagi hari,” kata Sri Aryanti mengakhiri.(*)

Tidak ada komentar

Tulis Komentar Anda yang Baik & Sopan

Indospace Adalah Jasa All In One Pertama di Bandar Lampung